CIVILAN – Senya Souka
CIVILAN – Senya Souka

CIVILAN – Senya Souka

RomanjiEnglishBahasa Indonesia
Itsudatte
Oboeteita nda
Naiteiru youna egao wo
Dou shitatte
Wasurerarenakute
Koukai wa
Tsunotte iku bakari
Zen to aku
Shiro to kuro ga
Mazariatta sekai de
Utsukushiku sunda hitomi
Urayamu omoi wo

Ana no aita
Shinzou de
Yo ga akeru no wo
Matsu

Hanareta kokoro wo tsunaide
Nidoto
Chigirenai youni
Ienakatta kotoba wo
Idaite
Ikusen no yoru wo koeta nda
Kienai kienai
Egao dake ga
Yureteiru

Zetsubou ni fusagareta
Shinkou
Saikai wo chikatta
Shinonome
Itsuka zenbu hai ni natte
Subete wo
Wasureru no darou ka
Kouki to kondaku no
Hazama de
Tatta hitotsu
Tashika na no wa
“shinjiru” to tsutaeta kono
Mune no furue dake

Fureatta
Te no nukumori ga
Zutto
Netsu wo motta mama

Todokanai sakebi no
Saki de
Ima demo
Matteiru no nara
Iitakatta kotoba wo
Idaite
Ikusen no asa wo wataru nda
Tada sotto tonari ni
Sore dake de
Yokatta noni

Konran shitsuzukeru
Sekai ni
Tadatada nagasarete
Aragaenai
Omoitachi ga
Minamo ni tadayou
Utsukushiku arou to shita nda
Dore dake buzama demo
Kabosoi karada
Furishibotte
Kizu dake
Fuete iku
Haruka saki no
Shinkirou ni nita ano joukei
Yureru kokoro no mama de
Yowake mae wo
Bokura wa iku nda
Zutto

Hanareta kokoro wo tsunaide
Nidoto
Chigirenai youni
Ienakatta kotoba wo
Idaite
Kyou mo mata
Yoru wo koeta nda
Todokanai sakebi no saki de
Ima demo
Matteiru no naraba
Iitakatta kotoba wo
Idaite
Ikusen no asa wo wataru nda
Kienai kienai
Egao wo shirube ni kaete

I always remember it
A smile that seemed to cry
I can’t forget it no matter what
Nothing but regrets
are growing violently
In a world
where evil and good,
black and white
are mixed together
Your eyes
look so pretty and clear
that I feel so jealous

I waited
for the dawn breaks
with a hole
in my heart

Connect the separated hearts
so that they won’t be torn
to pieces again
Embracing
the unspoken words
I’ve been through
thousand nights
Only the indelible smile
are swaying

The midnight
hindered by despair
The dawn
when we promise
to meet again
When all of them
turn to ashes,
will I forget everything?
Between the splendor
and the chaos,
the only certain thing was
the tremble of this heart
that tells “I believe”

The warmth of the hands
that touching each other
still maintains
the heat

On the edge of
the unspoken scream,
if you’re still waiting until now
While holding the words
that I want to say,
I’ll cross over
thousand mornings
Just gently stay by my side,
that alone
is enough for me, though

Only keep getting carried away,
in the middle of a world
that continues to be in chaos
Unresisting desires,
floating on
the surface of the water
Trying to be beautiful,
no matter how bad the shape
Mustering all the strength
from a weak body,
nothing but wounds
keeps increasing
Towards that panorama
that similar to
the far away mirage
With a wavering hearts,
we’ll go before the dawn
Always

Connect the separated hearts
so that they won’t be torn
to pieces again
Embracing
the unspoken words
Today, I crossed over
the nights again
On the edge of
the unspoken scream,
if you’re still waiting until now
While holding the words
that I want to say,
I’ll cross over thousand mornings
Changing the indelible smile
into a sign

Kusenantiasa mengingatnya
Senyuman yang seolah menangis
Bagaimana pun tak bisa kulupa
Hanya penyesalan saja
yang terus bertambah banyak
Di dunia di mana
kejahatan dan kebaikan,
hitam dan putih
bercampur menjadi satu
Manik matamu
terlihat begitu cantik dan jernih
hingga kumerasa iri

Kumenunggu
sang fajar tiba
dengan jantung
yang berlubang

Hubungkanlah
hati yang terpisah
agar tak tercerai berai lagi
Mendekap kata-kata
yang tak bisa terucap
Telah kulalui selaksa malam
Hanya senyuman
yang tak lekang dari ingatan saja
yang terus bergejolak

Tengah malam yang dihalangi
oleh keputusasaan
Fajar ketika kita berjanji
untuk bertemu kembali
Ketika kelak
semua menjadi abu,
akankah kulupakan segalanya?
Di antara kemegahan
dan kekacauan,
satu-satunya hal yang pasti
hanyalah gemetar hati ini
yang telah mengatakan
bahwa “Aku percaya”

Kehangatan tangan
yang saling bersentuhan
masih terus
mempertahankan panasnya

Di ujung teriakan
yang tak tersampaikan,
jika kau masih menunggu
hingga sekarang
Seraya mendekap kata-kata
yang ingin kukatakan,
‘kan kuseberangi selaksa pagi
Hanya perlahan berada di sisiku,
padahal itu saja
sudah cukup bagiku

Hanya terus terbawa arus,
di tengah dunia yang terus menerus
menjadi kacau balau
Hasrat-hasrat
yang tak bisa melawan,
terapung di atas permukaan air
Berusaha untuk tetap indah,
tak peduli seberapa buruk bentuknya
Mengerahkan segenap tenaga
dari tubuh yang lemah,
hanya luka saja
yang kian bertambah
Menuju ke panorama yang serupa
dengan fatamorgana
yang jauh di sana itu,
dengan hati yang tetap bergejolak
kita akan pergi sebelum fajar tiba
Senantiasa

Hubungkanlah
hati yang terpisah
agar tak tercerai berai lagi
Mendekap kata-kata
yang tak bisa terucap
Hari ini pun kukembali
melewati malam,
Di ujung teriakan
yang tak tersampaikan,
jika kau masih menunggu
hingga sekarang,
‘kan kuseberangi selaksa pagi
Menjadikan senyuman
yang tak lekang dari ingatan
sebagai tanda